CAPAIAN PEMBELAJARAN TEKNIK INSTRUMENTASI MEDIK Fase F Kelas XI dan XII SMK
CAPAIAN PEMBELAJARAN TEKNIK INSTRUMENTASI MEDIK Fase F Kelas XI dan XII SMK
Mekaelektronika Mata pelajaran dalam Teknik
Instrumentasi Medik adalah mata pelajaran yang membekali peserta didik dengan
kompetensikompetensi penguasaan keahlian Teknik Instrumentasi Medik, yaitu
melakukan tugas spesifik dengan mengoperasikan peralatan kesehatan, perawatan,
pemeliharaan serta uji fungsi, dan prosedur kerja yang lazim dilakukan di
bidang pekerjaan Instrumentasi Medik.
Mata pelajaran ini merupakan mata
pelajaran pendalaman dan tingkat lanjut bagi peserta didik dalam memahami
isu-isu penting terkait dengan teknologi manufaktur, jasa layanan servis,
kewirausahaan, serta karir akademik dalam bidang Instrumentasi Medik. Mata
pelajaran Instrumentasi Medik memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan bagi
peserta didik pada fase F konsentrasi Teknik Instrumentasi Medik dan program
keahlian Teknik Elektronika serta konsentrasi lain sesuai dengan perkembangan
ilmu pengetahuan dan teknologi. Mata pelajaran ini juga meningkatkan kemampuan
logika dan teknologi digital (computational thinking), yaitu suatu cara berpikir yang
memungkinkan untuk menguraikan suatu masalah menjadi beberapa bagian yang lebih
kecil dan sederhana, menemukan pola masalah, serta menyusun langkah-langkah
solusi mengatasi masalah dan/atau menerapkan analisis logika (logical
framework analysis)
lainnya dalam memetakan masalah dan pengembangan solusi-solusi alternatif
sebagai jawaban atas masalah.
Mata pelajaran ini berkontribusi dalam
membentuk serta menumbuhkan renjana (passion), visi (vision), imajinasi, dan kreativitas peserta
didik. Kompetensi Instrumentasi Medik dihantarkan melalui pembelajaran di
kelas, pembelajaran di bengkel/workshop, Pembelajaran Berbasis Projek (Project-based
Learning), interaksi
dengan alumni, guru tamu dari industri/praktisi bidang elektronika, kunjungan
industri, praktek kerja lapangan, serta pencarian informasi melalui media
digital. Perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian mata pelajaran Teknik
Instrumentasi Medik harus sesuai dengan karakteristik mata pelajaran dan tujuan
yang ingin dicapai. Pendekatan pembelajaran yang dapat diterapkan sesuai dengan
pembelajaran vokasi. Pengelolaan pembelajaran dapat menerapkan pembelajaran
kolaborasi (teaching and learning collaboration) dengan melibatkan guru mapel dari berbagai
disiplin ilmu untuk meningkatkan kebermaknaan pengetahuan dan keterampilan bagi
peserta didik. Pelaksanaan pembelajaran dapat menggunakan model Pembelajaran
Berbasis Projek (Project-based Learning) atau Produk (Project-product
based Learning),
Discovery Learning, Pembelajaran
Berbasis Masalah (Problem-based Learning), dan lain-lain.
Metode belajar yang
diterapkan antara lain ceramah, tanya jawab, diskusi, observasi, bermain peran,
demonstrasi, simulasi, dan praktek yang disesuaikan berdasarkan karakteristik
materi.
Pembelajaran Teknik Instrumentasi
Medik membiasakan peserta didik bernalar kritis dalam menghadapi permasalahan,
disiplin dalam bekerja, mandiri, kreatif dan inovatif dalam menemukan solusi
permasalahan, berkolaborasi dalam tim, mengkomunikasikan ide dan gagasan,
bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, dan peduli terhadap
lingkungannya.
Tujuan Mata pelajaran ini bertujuan membekali
peserta didik dengan pengetahuan, keterampilan, dan sikap (soft
skills dan hard
skills) sebagai
berikut:
1. memahami
penggunaan piranti transduser dan sensor untuk melakukan pengukuran dan
pembacaan fisiologis manusia;
2. memahami
pemrosesan sinyal biopotensial yang digunakan dalam instrumentasi medis;
3. memahami
prinsip kerja rangkaian pemrosesan sinyal biopotensial yang digunakan dalam
instrumentasi medis;
4. memahami
kalibrasi standar unit peralatan yang digunakan dalam instrumentasi medis;
5. memahami
perawatan, pemeliharaan, uji fungsi, perbaikan dan kalibrasi peralatan
instrumentasi medis;
6. memahami
rangkaian antarmuka prinsip sistem komunikasi elektronik menggunakan bahasa
pemrograman;
7. memahami
pengujian dan analisis yang dituangkan dalam bentuk spesifikasi teknis pada
sistem instrumentasi medik tertanam (Embedded Medical Instrumentation
Systems);
8. memahami
perancangan dan pengembangan desain peralatan Instrumentasi Medik; dan
9. memahami
penggunaan teknologi baru untuk bidang kesehatan dan kedokteran: realitas
virtual (virtual reality),
realitas tertambah (augmented reality), kecerdasan buatan (artificial
intelligence), internet
of things, robotika,
Industri 4.0 untuk Instrumentasi Medik.
Karakteristik Hakikat mata pelajaran ini yaitu fokus
pada penguasaan kompetensi tingkat menengah dan lanjut (advance) yang harus dimiliki oleh tenaga
operator, teknisi, dan jabatan lain sesuai dengan perkembangan dunia kerja
bidang Instrumentasi Medik. Selain itu peserta didik diberikan pemahaman
tentang proses bisnis, perkembangan penerapan teknologi dan isu-isu global,
job profile dan
peluang usaha bidang Instrumentasi Medik. Mata pelajaran ini membekali peserta
didik untuk bekerja, berwirausaha, dan melanjutkan studi tentang Teknik
Instrumentasi Medik.
Keluasan dan kedalaman materi
pelajaran ini disusun secara bertahap (gradual) dan kontinyu sesuai tahap
perkembangan berpikir peserta didik. Tahapan penyampaian materi pelajaran
dimulai dengan materi tentang konsep dasar dan komponen elektronika,
dilanjutkan dengan rangkaian elektronika dan diakhiri dengan sistem elektronika
khususnya sistem Instrumentasi Medik. Mata Pelajaran ini memiliki
elemen-elemen sebagai berikut:
Elemen
Deskripsi
Penggunaan
piranti transduser dan sensor
Meliputi:
Tipe Transduser: transduser untuk mengukur misalnya tekanan, suhu, aliran
gas, aliran fluida, konduktivitas listrik; digunakan dalam misalnya
ventilator, mesin dialisis.
Tipe Sensor: elektroda misalnya monitor Elektrokardiogram/EKG;
pengukuran gas misalnya oksimeter/oksimeter pulsa, analisis gas-darah, sensor
oksigen. Sirkuit Input: pengukuran, misalnya pembagi potensial, jembatan
Wheatstone, penguat tegangan. Keselamatan dan Isolasi Listrik: tingkat kejut
listrik; efek pada kontraksi otot, regulasi jantung, sistem saraf; luka bakar
listrik; sirkuit isolasi misalnya optoisolator, isolasi transformator,
isolasi amplifier.
Rangkaian
pemrosesan sinyal dalam instrumentasi medis
Meliputi:
Sirkuit Pemrosesan: macam-macam sirkuit filter, penggunaan offset pada
op-amp, karakteristik respons kestabilan dan ketidakstabilan op-amp,
rangkaian pembanding, integrator dan differensiator, penguat instrumentasi,
sirkuit sample dan hold, konversi analog ke digital (ADC).
Penerapan
rangkaian pemrosesan sinyal biopotensial
Meliputi:
Penerapan rangkaian rangkaian pemrosesan sinyal yang digunakan dalam
pemrosesan sinyal biopotensial pada instrumentasi medis.
Kalibrasi
standar unit peralatan instrumentasi medis
Meliputi:
Pengenalan dan penggunaan macam-macam alat kalibrator dengan pemodelan
matematika.
Perawatan,
pemeliharaan, uji fungsi, perbaikan dan kalibrasi peralatan instrumentasi
medis
Meliputi:
Pemahaman dan pembuatan blok diagram, wiring diagram, skema rangkaian,
Prosedur Operasional Standar (POS) perawatan, pemeliharaan, uji fungsi,
perbaikan dan kalibrasi peralatan instrumentasi medis.
Rangkaian
antarmuka komunikasi elektronika medik
Meliputi:
Pemahaman pembuatan rangkaian antarmuka prinsip sistem komunikasi elektronik
menggunakan bahasa pemrograman.
Pengujian
dan analisis sistem instrumentasi medik tertanam (Embedded Medical Instrumentation Systems)
Meliputi:
Pembuatan lembar kerja hasil pengujian dan analisis berdasarkan spesifikasi
teknis yang mengacu pada standar nasional.
Perancangan
dan pengembangan desain peralatan Instrumentasi Medik
Meliputi:
Perancangan peralatan instrumentasi medis dengan teknologi sederhana (contoh:
sensor suhu, sensor detak jantung, sensor tekanan, dan lain-lain).
Penggunaan
teknologi baru untuk bidang kesehatan dan industri kedokteran
Meliputi:
Pengembangan teknologi baru dari teknologi sederhana menuju pengembangan
teknologi menengah dan tinggi dalam bentuk realitas virtual (virtual
reality), realitas tertambah (augmentedreality), kecerdasan buatan (artificialintelligence),
Industri 4.0 untuk Instrumentasi Medik.
Capaian Pembelajaran Pada akhir fase F, peserta didik mampu
memahami prinsip dasar rangkaian elektronika, memahami sistem dan pemrograman
sistem elektronika tertanam (embedded system) serta implementasi IoT (internet
of things), memahami
berbagai sistem transmisi instrumentasi medik, memahami berbagai jenis
perangkat dan media sistem instrumentasi medik.
Elemen
Capaian
Pembelajaran
Penggunaan
piranti transduser dan sensor
Pada akhir
F, peserta didik mampu memahami macam-macam tipe transduser (aplikasi pada
pengukuran tekanan, suhu, aliran gas, aliran fluida, konduktivitas listrik;
yang digunakan dalam ventilator, mesin dialisis, dan lain-lain), tipe sensor
elektroda (misalnya monitor Elektrokardiogram/EKG; pengukuran gas, oksimeter,
analisis gas-darah, sensor oksigen), rangkaian input (pembagi potensial,
jembatan Wheatstone, penguat tegangan, dan lain-lain), keselamatan dan
isolasi listrik (tingkat kejut listrik, efek pada kontraksi otot, regulasi
jantung, sistem saraf, luka bakar listrik, sirkuit isolasi misalnya
optoisolator, isolasi transformator, isolasi amplifier, dan lain-lain).
Rangkaian
pemrosesan sinyal dalam instrumentasi medis
Pada akhir
F, peserta didik mampu memahami macam-macam rangkaian filter, penggunaan
offset pada op-amp, karakteristik respons kestabilan dan ketidakstabilan,
op-amp sebagai pembanding, integrator dan differensiator, penguat instrumentasi, sirkuit sample dan hold, serta
konversi analog ke digital (ADC).
Penerapan
rangkaian pemrosesan sinyal biopotensial
Pada akhir
F, peserta didik mampu memahami penerapan rangkaian rangkaian pemrosesan
sinyal penguat biopotensial pada instrumentasi medis.
Kalibrasi
standar unit peralatan instrumentasi medis
Pada akhir
F, peserta didik mampu memahami bentuk dan penggunaan macam-macam alat
kalibrator dengan menggunakan pemodelan matematika (aljabar, numerik,
kalkulus, dan lain-lain).
Perawatan,
pemeliharaan, uji fungsi, perbaikan dan kalibrasi peralatan instrumentasi
medis
Pada akhir
F, peserta didik mampu memahami gambar blok diagram, wiring diagram, skema
rangkaian, Prosedur Operasional Standar (POS) perawatan, pemeliharaan, uji
fungsi, perbaikan dan kalibrasi peralatan instrumentasi medis.
Rangkaian
antarmuka komunikasi elektronika medik
Pada akhir
F, peserta didik mampu memahami pembuatan rangkaian antarmuka prinsip sistem
komunikasi elektronik menggunakan bahasa pemrograman.
Pengujian
dan analisis sistem instrumentasi medik tertanam (Embedded Medical Instrumentation Systems)
Pada akhir
F, peserta didik mampu memahami penulisan lembar kerja hasil pengujian dan
analisis berdasarkan spesifikasi teknis yang mengacu pada standar nasional.
Perancangan
dan pengembangan desain peralatan Instrumentasi Medik
Pada akhir
F, peserta didik mampu merancang peralatan instrumentasi medis dengan
teknologi sederhana (contoh: sensor suhu, sensor detak jantung, sensor
tekanan, dan lain-lain).
Teknologi
kesehatan dan industri kedokteran
Pada akhir
F, peserta didik mampu menggunakan dan mengembangkan teknologi baru dari
teknologi sederhana menuju pengembangan teknologi menengah dan tinggi dalam
bentuk realitas virtual (virtual
reality), realitas tertambah (augmented
reality), kecerdasan buatan (artificial
intelligence), Information
and communication technology/ICT, dan Industri 4.0 untuk Instrumentasi Medik.
Mekaelektronika Mata pelajaran dalam Teknik
Instrumentasi Medik adalah mata pelajaran yang membekali peserta didik dengan
kompetensikompetensi penguasaan keahlian Teknik Instrumentasi Medik, yaitu
melakukan tugas spesifik dengan mengoperasikan peralatan kesehatan, perawatan,
pemeliharaan serta uji fungsi, dan prosedur kerja yang lazim dilakukan di
bidang pekerjaan Instrumentasi Medik.
Mata pelajaran ini merupakan mata
pelajaran pendalaman dan tingkat lanjut bagi peserta didik dalam memahami
isu-isu penting terkait dengan teknologi manufaktur, jasa layanan servis,
kewirausahaan, serta karir akademik dalam bidang Instrumentasi Medik. Mata
pelajaran Instrumentasi Medik memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan bagi
peserta didik pada fase F konsentrasi Teknik Instrumentasi Medik dan program
keahlian Teknik Elektronika serta konsentrasi lain sesuai dengan perkembangan
ilmu pengetahuan dan teknologi. Mata pelajaran ini juga meningkatkan kemampuan
logika dan teknologi digital (computational thinking), yaitu suatu cara berpikir yang
memungkinkan untuk menguraikan suatu masalah menjadi beberapa bagian yang lebih
kecil dan sederhana, menemukan pola masalah, serta menyusun langkah-langkah
solusi mengatasi masalah dan/atau menerapkan analisis logika (logical
framework analysis)
lainnya dalam memetakan masalah dan pengembangan solusi-solusi alternatif
sebagai jawaban atas masalah.
Mata pelajaran ini berkontribusi dalam
membentuk serta menumbuhkan renjana (passion), visi (vision), imajinasi, dan kreativitas peserta
didik. Kompetensi Instrumentasi Medik dihantarkan melalui pembelajaran di
kelas, pembelajaran di bengkel/workshop, Pembelajaran Berbasis Projek (Project-based
Learning), interaksi
dengan alumni, guru tamu dari industri/praktisi bidang elektronika, kunjungan
industri, praktek kerja lapangan, serta pencarian informasi melalui media
digital. Perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian mata pelajaran Teknik
Instrumentasi Medik harus sesuai dengan karakteristik mata pelajaran dan tujuan
yang ingin dicapai. Pendekatan pembelajaran yang dapat diterapkan sesuai dengan
pembelajaran vokasi. Pengelolaan pembelajaran dapat menerapkan pembelajaran
kolaborasi (teaching and learning collaboration) dengan melibatkan guru mapel dari berbagai
disiplin ilmu untuk meningkatkan kebermaknaan pengetahuan dan keterampilan bagi
peserta didik. Pelaksanaan pembelajaran dapat menggunakan model Pembelajaran
Berbasis Projek (Project-based Learning) atau Produk (Project-product
based Learning),
Discovery Learning, Pembelajaran
Berbasis Masalah (Problem-based Learning), dan lain-lain.
Metode belajar yang
diterapkan antara lain ceramah, tanya jawab, diskusi, observasi, bermain peran,
demonstrasi, simulasi, dan praktek yang disesuaikan berdasarkan karakteristik
materi.
Pembelajaran Teknik Instrumentasi
Medik membiasakan peserta didik bernalar kritis dalam menghadapi permasalahan,
disiplin dalam bekerja, mandiri, kreatif dan inovatif dalam menemukan solusi
permasalahan, berkolaborasi dalam tim, mengkomunikasikan ide dan gagasan,
bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, dan peduli terhadap
lingkungannya.
Tujuan Mata pelajaran ini bertujuan membekali peserta didik dengan pengetahuan, keterampilan, dan sikap (soft skills dan hard skills) sebagai berikut:
1. memahami
penggunaan piranti transduser dan sensor untuk melakukan pengukuran dan
pembacaan fisiologis manusia;
2. memahami
pemrosesan sinyal biopotensial yang digunakan dalam instrumentasi medis;
3. memahami
prinsip kerja rangkaian pemrosesan sinyal biopotensial yang digunakan dalam
instrumentasi medis;
4. memahami
kalibrasi standar unit peralatan yang digunakan dalam instrumentasi medis;
5. memahami
perawatan, pemeliharaan, uji fungsi, perbaikan dan kalibrasi peralatan
instrumentasi medis;
6. memahami
rangkaian antarmuka prinsip sistem komunikasi elektronik menggunakan bahasa
pemrograman;
7. memahami
pengujian dan analisis yang dituangkan dalam bentuk spesifikasi teknis pada
sistem instrumentasi medik tertanam (Embedded Medical Instrumentation
Systems);
8. memahami
perancangan dan pengembangan desain peralatan Instrumentasi Medik; dan
9. memahami
penggunaan teknologi baru untuk bidang kesehatan dan kedokteran: realitas
virtual (virtual reality),
realitas tertambah (augmented reality), kecerdasan buatan (artificial
intelligence), internet
of things, robotika,
Industri 4.0 untuk Instrumentasi Medik.
Karakteristik Hakikat mata pelajaran ini yaitu fokus pada penguasaan kompetensi tingkat menengah dan lanjut (advance) yang harus dimiliki oleh tenaga operator, teknisi, dan jabatan lain sesuai dengan perkembangan dunia kerja bidang Instrumentasi Medik. Selain itu peserta didik diberikan pemahaman tentang proses bisnis, perkembangan penerapan teknologi dan isu-isu global, job profile dan peluang usaha bidang Instrumentasi Medik. Mata pelajaran ini membekali peserta didik untuk bekerja, berwirausaha, dan melanjutkan studi tentang Teknik Instrumentasi Medik.
Keluasan dan kedalaman materi pelajaran ini disusun secara bertahap (gradual) dan kontinyu sesuai tahap perkembangan berpikir peserta didik. Tahapan penyampaian materi pelajaran dimulai dengan materi tentang konsep dasar dan komponen elektronika, dilanjutkan dengan rangkaian elektronika dan diakhiri dengan sistem elektronika khususnya sistem Instrumentasi Medik. Mata Pelajaran ini memiliki elemen-elemen sebagai berikut:
|
Elemen |
Deskripsi |
|
Penggunaan
piranti transduser dan sensor |
Meliputi: Tipe Transduser: transduser untuk mengukur misalnya tekanan, suhu, aliran gas, aliran fluida, konduktivitas listrik; digunakan dalam misalnya ventilator, mesin dialisis. Tipe Sensor: elektroda misalnya monitor Elektrokardiogram/EKG; pengukuran gas misalnya oksimeter/oksimeter pulsa, analisis gas-darah, sensor oksigen. Sirkuit Input: pengukuran, misalnya pembagi potensial, jembatan Wheatstone, penguat tegangan. Keselamatan dan Isolasi Listrik: tingkat kejut listrik; efek pada kontraksi otot, regulasi jantung, sistem saraf; luka bakar listrik; sirkuit isolasi misalnya optoisolator, isolasi transformator, isolasi amplifier. |
|
Rangkaian
pemrosesan sinyal dalam instrumentasi medis |
Meliputi:
Sirkuit Pemrosesan: macam-macam sirkuit filter, penggunaan offset pada
op-amp, karakteristik respons kestabilan dan ketidakstabilan op-amp,
rangkaian pembanding, integrator dan differensiator, penguat instrumentasi,
sirkuit sample dan hold, konversi analog ke digital (ADC). |
|
Penerapan
rangkaian pemrosesan sinyal biopotensial |
Meliputi:
Penerapan rangkaian rangkaian pemrosesan sinyal yang digunakan dalam
pemrosesan sinyal biopotensial pada instrumentasi medis. |
|
Kalibrasi
standar unit peralatan instrumentasi medis |
Meliputi:
Pengenalan dan penggunaan macam-macam alat kalibrator dengan pemodelan
matematika. |
|
Perawatan,
pemeliharaan, uji fungsi, perbaikan dan kalibrasi peralatan instrumentasi
medis |
Meliputi:
Pemahaman dan pembuatan blok diagram, wiring diagram, skema rangkaian,
Prosedur Operasional Standar (POS) perawatan, pemeliharaan, uji fungsi,
perbaikan dan kalibrasi peralatan instrumentasi medis. |
|
Rangkaian
antarmuka komunikasi elektronika medik |
Meliputi:
Pemahaman pembuatan rangkaian antarmuka prinsip sistem komunikasi elektronik
menggunakan bahasa pemrograman. |
|
Pengujian
dan analisis sistem instrumentasi medik tertanam (Embedded Medical Instrumentation Systems) |
Meliputi:
Pembuatan lembar kerja hasil pengujian dan analisis berdasarkan spesifikasi
teknis yang mengacu pada standar nasional. |
|
Perancangan
dan pengembangan desain peralatan Instrumentasi Medik |
Meliputi:
Perancangan peralatan instrumentasi medis dengan teknologi sederhana (contoh:
sensor suhu, sensor detak jantung, sensor tekanan, dan lain-lain). |
|
Penggunaan
teknologi baru untuk bidang kesehatan dan industri kedokteran |
Meliputi:
Pengembangan teknologi baru dari teknologi sederhana menuju pengembangan
teknologi menengah dan tinggi dalam bentuk realitas virtual (virtual
reality), realitas tertambah (augmentedreality), kecerdasan buatan (artificialintelligence),
Industri 4.0 untuk Instrumentasi Medik. |
Capaian Pembelajaran Pada akhir fase F, peserta didik mampu memahami prinsip dasar rangkaian elektronika, memahami sistem dan pemrograman sistem elektronika tertanam (embedded system) serta implementasi IoT (internet of things), memahami berbagai sistem transmisi instrumentasi medik, memahami berbagai jenis perangkat dan media sistem instrumentasi medik.
|
Elemen |
Capaian
Pembelajaran |
|
Penggunaan
piranti transduser dan sensor |
Pada akhir
F, peserta didik mampu memahami macam-macam tipe transduser (aplikasi pada
pengukuran tekanan, suhu, aliran gas, aliran fluida, konduktivitas listrik;
yang digunakan dalam ventilator, mesin dialisis, dan lain-lain), tipe sensor
elektroda (misalnya monitor Elektrokardiogram/EKG; pengukuran gas, oksimeter,
analisis gas-darah, sensor oksigen), rangkaian input (pembagi potensial,
jembatan Wheatstone, penguat tegangan, dan lain-lain), keselamatan dan
isolasi listrik (tingkat kejut listrik, efek pada kontraksi otot, regulasi
jantung, sistem saraf, luka bakar listrik, sirkuit isolasi misalnya
optoisolator, isolasi transformator, isolasi amplifier, dan lain-lain). |
|
Rangkaian
pemrosesan sinyal dalam instrumentasi medis |
Pada akhir
F, peserta didik mampu memahami macam-macam rangkaian filter, penggunaan
offset pada op-amp, karakteristik respons kestabilan dan ketidakstabilan,
op-amp sebagai pembanding, integrator dan differensiator, penguat instrumentasi, sirkuit sample dan hold, serta
konversi analog ke digital (ADC). |
|
Penerapan
rangkaian pemrosesan sinyal biopotensial |
Pada akhir
F, peserta didik mampu memahami penerapan rangkaian rangkaian pemrosesan
sinyal penguat biopotensial pada instrumentasi medis. |
|
Kalibrasi
standar unit peralatan instrumentasi medis |
Pada akhir
F, peserta didik mampu memahami bentuk dan penggunaan macam-macam alat
kalibrator dengan menggunakan pemodelan matematika (aljabar, numerik,
kalkulus, dan lain-lain). |
|
Perawatan,
pemeliharaan, uji fungsi, perbaikan dan kalibrasi peralatan instrumentasi
medis |
Pada akhir
F, peserta didik mampu memahami gambar blok diagram, wiring diagram, skema
rangkaian, Prosedur Operasional Standar (POS) perawatan, pemeliharaan, uji
fungsi, perbaikan dan kalibrasi peralatan instrumentasi medis. |
|
Rangkaian
antarmuka komunikasi elektronika medik |
Pada akhir
F, peserta didik mampu memahami pembuatan rangkaian antarmuka prinsip sistem
komunikasi elektronik menggunakan bahasa pemrograman. |
|
Pengujian
dan analisis sistem instrumentasi medik tertanam (Embedded Medical Instrumentation Systems) |
Pada akhir
F, peserta didik mampu memahami penulisan lembar kerja hasil pengujian dan
analisis berdasarkan spesifikasi teknis yang mengacu pada standar nasional. |
|
Perancangan
dan pengembangan desain peralatan Instrumentasi Medik |
Pada akhir
F, peserta didik mampu merancang peralatan instrumentasi medis dengan
teknologi sederhana (contoh: sensor suhu, sensor detak jantung, sensor
tekanan, dan lain-lain). |
|
Teknologi
kesehatan dan industri kedokteran |
Pada akhir
F, peserta didik mampu menggunakan dan mengembangkan teknologi baru dari
teknologi sederhana menuju pengembangan teknologi menengah dan tinggi dalam
bentuk realitas virtual (virtual
reality), realitas tertambah (augmented
reality), kecerdasan buatan (artificial
intelligence), Information
and communication technology/ICT, dan Industri 4.0 untuk Instrumentasi Medik. |